Penerima BLT BBM di Brebes Dipotong Rp100 Ribu, ini Alsannya

Zafran Arshaka
.
Minggu, 18 September 2022 | 09:33 WIB
Kuwitansi bukti warga yang ditariki iuran oleh Pemdes Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. (Foto: Zafran Arshaka)

BREBES, iNewsBrebes.id - Warga miskin penerima bantuan sosial (bansos) sebuah desa di Brebes, Jawa Tengah, mengeluh ditariki iuran setelah mereka menerima Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penarikan uang iuran Rp100.000 oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat itu dengan dalih untuk biaya sedekah bumi. Penarikan iuran dari uang BLT BBM ini terjadi di Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, setelah sebelumnya warga menerima dari Kantor Pos di Kecamatan Banjarharjo. 

Warga penerima bansos mengeluh lantaran uang untuk memenuhi kebutuhan saat terjadi kenaikan harga BBM justru dimintai iuran untuk sedekah bumi. Padahal, acara sedekah bumi sendiri baru akan digelar tahun depan. 

Penerima BLT BBM, Wasti (70), janda lansia yang kesehariannya menjadi buruh serabutan juga ditariki iuran oleh ketua RT setempat. Sebagai lansia, Wasti yang tinggal bersama anaknya di RT 10 RW I Desa Cikakak ini menyayangkan adanya penarikan iuran di saat dirinya menerima BLT. 

Saat mengambil BLT di Kantor Pos Banjarharjo, Wasti diantar Ketua RT lantaran jaraknya cukup jauh.  Anak Wasti, Cayem (45), menuturkan, saat mengambil BLT di Kantor Pos, ibunya diantar Ketua RT menggunakan sepeda motor. Saat itu Ketua RT menyampaikan bahwa setelah sampai di rumah akan ada penarikan iuran untuk sedekah bumi tahun depan.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini