4 Pembunuh Bayaran Berdarah Dingin di Dunia, Ada yang Habisi 500 Nyawa

Tim Liputan
.
Senin, 12 September 2022 | 08:14 WIB
Empat pembunuh bayaran berdarah dingin di dunia, ada yang habisi 500 nyawa. (FOTO: ILUSTRASI)

JAKARTA, iNews.id - Empat pembunuh bayaran berdarah dingin di dunia, ada yang habisi 500 nyawa. Terlepas dari adanya film-film mengenai pembunuh bayaran seperti Tony Montana di Scarface, serta Emilio Barzini, Philip Tattaglia, dan Moe Green dalam The Godfather, profesi pembunuh bayaran merupakan pekerjaan yang nyata ada di dunia.

Pembunuh bayaran merupakan pekerjaan yang nyata ada di dunia. Meski tidak diketahui secara resmi, namun selalu tersimpan misteri yang jarang diketahui masyarakat mengenai profesi pembunuh bayaran ini. Meski tidak diketahui secara resmi, profesi ini banyak menyimpan misteri yang jarang diketahui masyarakat. Berikut pembunuh bayaran paling fenomenal di dunia.

Lantas siapa saja pembunuh bayaran paling sadis di dinia, dikutip dari berbagai sumber, Senin(12/9/2022) inilah pembunuh bayaran paling sadis di dunia.

Pembunuh bayaran paling sadis di dunia

1. Benjamin Siegel 

Benjamin Siegel atau biasa disebut Bugsy Siegel lahir pada 28 Februari 1906. Di masa remaja, dia sudah terlibat tindakan kriminalitas sebagai penagih uang keamanan dari para pedagang kelontong Yahudi di New York.

Sepanjang perjalanannya sebagai pembunuh bayaran, Siegel telah membunuh rivalnya, Joe Masseria, pada 1931 atas suruhan bos mafia Lucky Luciano. Siegel tewas pada 20 Juni 1947 setelah diberondong tembakan di rumahnya di Beverly Hills.

2. Abraham Reles

Abraham Reles merupakan pembunuh bayaran asal New York yang lahir pada tahun 1907. Keluarganya merupakan imigran yang berpindah dari Israel (Yahudi) ke AS. Sepanjang perjalanan tersebut, Reles sudah 42 kali ditangkap polisi karena telah melakukan tindak kriminal.
Ia bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk sebuah perusahaan bernama Murder Inc. Di perusahaan tersebut Reles memiliki pimpinan yang seringkali memberikan perintah kepadanya, yaitu Albert Anastasia dan Louis Buchalter.

Dalam keterangannya, Reles mengaku bahwa ada 70 kasus pembunuhan lain yang belum terungkap. Atas tindakannya Reles dijatuhi hukuman mati yang akan dilakukan pada 12 November 1941. Namun sebelum dihukum, Reles mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 6 sebuah hotel di New York.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini