Soal Kasus Gizi Buruk di Ketanggungan, Ini Kata Kadinkes Brebes

Petra Akbar
Soal kasus gizi buruk di Ketanggungan, ini kata Kadinkes Brebes. (Foto: Petra AKbar)

BREBES, iNewsBrebes.idSoal kasus gizi buruk di Ketanggungan, ini kata Kadinkes Brebes. Kepala Dinas Kesehatan Brebes Ineke Try Sulistyowati mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Puskesmas Ketanggungan, bahwa memang salaman ini menderita gizi buruk. 

Muhammad Salman Amrillah balita berusia 2 tahun 8 bulan di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes menderita gizi buruk. Anak pertama pasangan Ade Sunarto (39) dan Siti Salamah (32) ini memiliki badan yang sangat kurus.

Lebih lanjut dikatakan Ineke Try Sulistyowati, kalau pihaknya melalui bidan desa sudah pernah berkunjung ke rumah keluarga M Salman yang kondisinya sangat memprihatinkan tersebut. Kondisi keluarga tersebut tidak mampu dan rumahnya juga tidak memenuhi syarat kesehatan.

"Sehingga kondisi ini juga semakin meperburuk. Pihak puskesmas sudah memotivasi untuk dibawa ke rumah sakit namun karena kendala pembiayaan yang bersangkutan tidak punya bpjs," ujarnya, Senin (31/10/2022).

Pihak puskesmas, lanjut Ineke, juga sudah mengusulkan mengurus BPJS PBI tapi memang sampai sekarang belum bisa selesai, karena pasien seperti ini memang harus segera ditangani.

"Nanti menggunakan SKTM sehingga nanti bisa dirujuk ke RSUD dengan konsultasikan ke Dokster spesialis anak biar mendapat penatalaksanaan gizi buruk maupun penyakit yang menyertainya," tandasnya.

Sebelumnya, memilukan, Muhammad Salman Amrillah balita berusia 2 tahun 8 bulan di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes menderita gizi buruk hingga badannya sangat kurus. Keluarga kurang mampu ini tidak sanggup membawa bayi berobat karena tidak memiliki biaya.

Anak pertama pasangan Ade Sunarto (39) dan Siti Salamah (32) ini memiliki badan yang sangat kurus. Jika balita normal pada umumnya memiliki bobot 12 kg pada usia 2 tahun 8 bulan, namun Salman hanya memiliki berat badan hanya 5 kg.

Bahkan, Salman panggilan akrabnya, tampak tinggal tulang terbungkus kulit. Leher bayi pun kecil hingga tidak mampu menopang kepala secara mandiri. Setiap kali digendong, kepala bayi harus ditopang dengan tangan supaya sejajar dengan badan.

Editor : Miftahudin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network